BIGBOS777 - Mahkamah Agung India telah mengeluarkan pemberitahuan kepada pemerintah negara bagian, regulator nasional, dan raksasa teknologi dalam gugatan kepentingan umum yang menuntut larangan total terhadap aplikasi perjudian ilegal.
Gugatan tersebut menuntut regulasi ketat terhadap permainan daring dan olahraga fantasi di bawah kerangka hukum yang terpadu.
Panel hakim yang dipimpin oleh Hakim Surya Kant dan Joymalya Bagchi telah meminta tanggapan dari Bank Sentral India, Direktorat Penegakan Hukum, Otoritas Regulasi Telekomunikasi India, dan semua pemerintah negara bagian melalui Sekretaris Utama masing-masing.
Mahkamah mungkin mempertimbangkan untuk mengeluarkan arahan sementara pada sidang berikutnya.
Selain lembaga pemerintah, pengadilan juga meminta tanggapan dari entitas swasta termasuk Google India, Apple India, Dream 11, MPL (Mobile Premier League), dan A23 Games.
Kasus ini didasarkan pada kekhawatiran yang lebih luas bahwa olahraga fantasi dan permainan online sering kali menjadi kedok untuk perjudian yang tidak teratur.
Dr Paul, yang mengidentifikasi diri sebagai aktivis sosial dan Presiden Global Peace Initiative, mengajukan gugatan publik (PIL) dengan klaim bertindak atas nama jutaan warga.
Gugatan tersebut merujuk pada Laporan Informasi Pertama (FIR), dokumen awal yang disusun oleh Polisi di Telangana yang melibatkan tokoh publik yang dituduh mempromosikan aplikasi taruhan, serta laporan 24 kasus bunuh diri di negara bagian tersebut yang terkait dengan utang perjudian online.
Petisi tersebut berargumen bahwa perjudian, baik online maupun offline, merupakan permainan untung-untungan rather than keterampilan dan oleh karena itu seharusnya termasuk dalam larangan perjudian.
Petisi tersebut menyoroti ketidakhadiran undang-undang pusat yang mengatur perjudian online, meskipun popularitas aplikasi semacam itu semakin meningkat di kalangan pemuda.